Beauty Diary by Rahma

Sedihnya Beli Barang yang Gak Penting

| on
Juni 09, 2018
curhat belanja recehan

Hi, guys. Alhamdulillah sekarang perkuliahan sudah memasuki tahap libur panjang. Akhirnya, aku bisa berkunjung lebih sering untuk mengurus blog. Hanya saja, memang masih ada rasa malas untuk menulis karena sudah lama tidak menulis review mandiri. Kebanyakan yang aku pos beberapa bulan ke belakang berupa review sponsor yang berunsur "terpaksa" karena dikasih deadline. Sekarang pun sebenarnya bukan ingin full mereview produk, tapi ingin sedikit curhat.


Beberapa hari yang lalu (02/06/2018) aku pergi ke Guardian Jl. Setiabudhi, Bandung, membeli sebuah produk untuk kepentingan review. Aku tahu masuk ke sebuah tempat yang dipenuhi skincare dan kosmetik pasti banyak godaan untuk belanja hal-hal yang gak penting. Tanpa disadari, aku berjalan menghampiri etalase kosmetik T__T masuk ke dalam perangkap setan cuy. Lipstick, eyeshadow, mascara etc. . . Semuanya aku sudah punya. Gak penting banget dibeli. Sayangnya, ada satu produk yang buat aku gak tahan untuk beli.

Kalian pasti sudah tahu kan produk pensil alis fenomenal dari brand local Viva? produk ini terkenal dengan pigmentasi akut dengan harganya yang superrrrr terjangkau. Dengan embel-embel terjangkau itu, ide untuk beli muncul "ah paling cuma 20rebuan...". Di etalase itu dia gak dikasih price tag. Hanya saja, disatukan dengan pensil alis Purbasari yang harganya 23ribuan. "Oh mungkin harganya gak jauh beda".

Seriously, selama ini aku belum pernah beli pensil alis Viva. Coba aja sih pernah, dulu punya temen. Temanku itu beli di toko kosmetik di Garut enggak lebih dari 20ribu. Harga murah yang terhitung murah dan saat itu lagi ada kesempatan di depan mata, jadi aku ambil deh.

Ketika Akang kasir menyebutkan jumlah yang harus dibayar, "51.500 rupiah, Teh...", aku shock! Ops, what? wait? I just buy one product worth 9.900 and one brow pencil yang mungkin harganya 20rebuan. Kenapa bisa melebihi ongkos trasportasi dalam seminggu? Saat itu aku udah kehilangan kesadaran dan arah. Langsung aku bayar deh. Tunai dan pas.

"A, boleh minta struknya?"
"Oia, Teh. ini lupa..."

OMG, pas di cek si pensil alis Viva harganya 41rebu T___T aku teh shock atuh kawan-kawan. Apal kieu mah balanja weh engke di Garut. . . :( Tahu harganya mahal begini, mending belanja di toko kosmetik di Garut aja. Temenku bisa dapat dengan harga 50%+ lebih murah, lumayan bisa menghemat :( Padahal barang itu gak penting-penting amat. Pensil alis di rumah udah punya juga :(

Sepanjang jalan hati aku bergumam. . . 

"anjaay Rahma, lu beli yang gak penting. Lemah. Lu tau? dengan 41rebu, lu bisa dapat ramen enak dengan porsi gede di Gerlong atau bisa lu pake buat acara bukber nanti di Garut! Apaan ini! pensil alis? seberapa penting pensil alis itu buat kamu sekarang? di rumah, itu pensil alis udah setahun gak habis-habis. Malah yang satunya habis karena hilang ntah disimpan dimana. Seberapa sering lu pakai pensil alis, huh? 10 kali setahun juga kurang! alis kamu udah bagus ngapain nambah lagi pensil alis"

dan begitu lah hati berkata hingga sekarang. . .

Aku gak akan menuntut Guardian ataupun si Akang kasir. Ya iya lah,,, yang salah 100% di aku :( aku super duper kecewa sama diriku yang gak bisa melihat harga dengan jeli, yang gak bisa nahan nafsu untuk belanja, yang gak bisa disiplin dan teguh sama pendirian untuk belanja item yang diperlukan saja. Oke lah kita harus bisa ambil hikmahnya. . .

Mungkin, bagi sebagian orang 41rebu itu receh dan memiliki banyak pensil alis banyak itu udah biasa. Sama halnya seperti aku yang punya lipstick banyak padahal bibir cuma segitu-gitu aja. Kekecewaan kali ini lebih ditekankan pada sikapku yang tidak konsisten. Di awal udah berjanji untuk tidak beli barang yang gak penting-penting amat karena bulan ini sudah sangat banyak mengeluarkan uang. Nyatanya aku terbuai dengan khayalan harga murah. Super keciwis. . . 

Beberapa hal yang perlu diambil hikmahnya untuk belanja ke depan adalah:
  1. Gak usah ragu untuk tanya harga ke petugas toko jika harga barang tidak tertera atau tidak jelas. Gak usah main tebak-tebakan kalau gak siap dengan konsekuensi seperti yang terjadi di atas.
  2. Jangan panik jika terjadi selisih harga di kasir. konfirmasi pada kasir atas perbedaan harga. jangan sungkan membatalkan pembelian selagi belum dibayar.
  3. Niatkan dengan sungguh-sungguh untuk belanja barang yang diperlukan.
  4. Hindari bagian toko yang dirasa sangat menggoda. Sebagai contoh aku gampang tergoda sama skincare dan kosmetik, maka bagian itu hendaknya tidak dilewati. Jika harus melewati ya, merem aja lah,,, pejamkan mata batin kalau bisa.
  5. bawa uang secukupnya. kartu kredit/debit gak usah dibawa!

Oke. noted. . .  ada lagi tips dan hikmah yang bisa diambil? mmmm  nanti silahkan ditambahkan di kolom komentar saja ya... 

Bagaimana dengan pensil alis viva-nya? Kecewa juga aku T___T Gak ada yang salah sama pigmentasinya. Sesuai dengan apa yang banyak reviewer sampaikan. Pigmentasi kece! eeeh malah warnanya enggak cocok di aku:( brown ini warnanya kemerah-merahan. Padahal aku udah tahu sih warnanya kayak gitu, masih maksa beli lagi. Walaupun pigmentasi bagus, apa artinya kalau enggak cocok. Ibaratnya punya cowok ganteng dan tajir tapi kalau enggak nyaman buat apa? *buat cadangan* :p Rencananya pensil alis ini mau aku kasih aja ke temen yang membutuhkan agar lebih bermanfaat. 

Sekian sesi curhat gak penting kali ini. Maaf receh banget. Habisnya kalau gak ditulis dan gak dibagi-bagi mood aku bakal tambah jelek. . . 

Thanks <3 
see you. . . 
6 komentar on "Sedihnya Beli Barang yang Gak Penting"
  1. Haha lucu bacanya, BTW klo belinya I garut malah gedean ongkos kesanaya hihi.. Iya emang bener ya perempuan itu cepet tergoda Aku juga pernah Kaya gitu Tapi baju dan akhirya malh g kepake, dibeli cuma gara2 gak enak udh nawar lama dijajal pula hihi.. Kalo saya tau pinsil Alison mahaleb gitu mah langsug bilang GA jadi aja Sama kasirnya dan bukan salah pembeli loh karena mereka gak kasih lebel price. Aku pernah kerja di alfa dan barang yg g sesuai level price Aku Yg tanggung krn mrypakan tanggug jawab karyawan. Knp hrha nya gak di ganti atatau knp gak disatuin dgn btg beda harga. Just saran

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, harusnya aku tanya2 atau complain gitu ya... thanks sarannya

      Hapus
  2. mungkin berbeda dengan lelaki ya.. kami justru baru masuk ke toko kalau memang ada perlunya saja.. nggak muter2, tapi langsung menuju titik sasaran pembelian.. hehehe

    BalasHapus
  3. kalau gak dibeli, pas balik rumah jadi nyesel kenapa gak dibeli ya.. trus besoknya datang dan belanja :D

    BalasHapus

Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar dan saran yang membangun :) terima kasih telah berkunjung

Custom Post Signature