Mengenal Enam Jenis Vaksin Corona yang Disetujui Pemerintah

 

Enam vaksin corona yang disetujui pemerintah
source: Canva

Ingin cepat-cepat masa pandemik Covid-19 berakhir? Barangkali semua orang di dunia sangat menginginkan hal itu terjadi. Protokol kesehatan yang saat ini diberlakukan sangat membatasi produktivias dan juga pola kehidupan sehari-hari secara umum. Oleh karena itu, pemerintah tiap negara berlomba-lomba mengembangkan vaksin corona, tak terkecuali Indonesia.

Kendati masih banyak kontroversi mengenai vaksinasi, Menteri Kesehatan Indonesia telah mengeluarkan keputusan yang isinya menetapkan enam jenis vaksin untuk vaksinasi covid-19 yang rencananya akan dilakukan bertahap mulai tahun depan. Berikut sedikit ulasan mengenai keenam vaksin tersebut.

1. Vaksin PT. Bio Farma (Persero)

Vaksin hasil penelitian perusahaan BUMN, PT. Bio Farma, masih dalam tahap uji klinis. Dalam pengembangan vaksin corona ini, PT. Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan vaksin China, yaitu Sinovac Biotech. Sedangkan untuk uji klinisnya, mereka bekerja sama dengan Butantan Institute, sebuah pusat penelitan besar di Brazil.

2. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh perusahaan farmasi Inggris-Swedia, AstraZeneca, yang berpusat di Cambridge, Inggris. Dilansir dari BBC, vaksin ini dikembangkan dari modifikasi virus yang tidak berbahaya menjadi seperti virus Covid-19. 

Berdasarkan beberapa pengujian, AstraZeneca bisa mengurangi tingkat penyebaran dan kematian akibat virus Covid-19 serta memberikan imunitas terhadapnya. Namun, tidak begitu bekerja baik pada pasien atau orang-orang berusia lebih dari 55 tahun.

Efek samping yang mungkin saja timbul berupa peningkatan suhu tubuh. Namun, hal ini masih berada pada batas bisa ditoleransi dan masih terus diselidiki lebih lanjut. 

Dengan tingkat efektivitas 62%-90%, vaksin AstraZeneca menjadi vaksin yang paling murah dengan harga 4 US dollar per dosis. Karena bisa disimpan pada suhu lemari es, maka biaya penyimpanan dan transportasi pun lebih murah.

3. Vaksin Sinopharm

Vaksin ini dikembangkan oleh  China Pharmaceutical Group Corporation dan sudah digunakan oleh pemerintah China untuk melindungi warganya dari virus Covid-19. Pada pengujian di Uni Emirat Arab, vaksin Sinopharm menunjukan tingkat kemanjuran di 86%. 

Vaksin Sinopharm dibuat dari sebuah virus yang tidak aktif untuk memicu respon imun manusia. Diperlukan dua dosis dalam proses vaksinasi dengan harga sekitar 145 US dollar per 2 dosis.

4. Vaksin Moderna

Vaksin Moderna dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Amerika, Moderna. Mereka fokus pada penelitian dan pengembangan obat berdasarkan RNA virus. Begitu juga untuk vaksin corona ini, mereka membuat vaksin dari mRNA sintetis untuk memicu imun manusia.

Vaksin ini memiliki efektivitas sekitar 95%. Bisa disimpan hingga 6 bulan pada suhu -20 celcius. Vaksin Moderna bisa didapatkan dengan harga 33 US dollar per dosisnya. 

5. Vaksin Pfizer dan BioNTech

Vaksin ini hasil kerjasama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dan perusahaan farmasi Amerika, Pfizer. Tingkat kemanjuran vaksin ini sekitar 95% dan memiliki tingkat kemanjuran yang cukup tinggi juga bagi orang-orang yang rentan, usia di atas 65 tahun.

Teknik pembuatan vaksin Pfizer sama dengan Moderna, yaitu mengambil sebagian RNA virus Covid-19 untuk dimasukkan ke dalam tubuh supaya tubuh bisa menghasilkan antibodi sendiri. Efek samping yang dilaporkan, walaupun tidak begitu signifikan, adanya rasa lelah dan sakit kepala, serta beberapa orang mengalami demam dan nyeri otot.

Akan tetapi, vaksin Pfizer perlu disimpan di suhu -70 celcius sehingga bisa menambah beban transportasi dan penyimpanan. Harga per dosisnya sendiri adalah sekitar 20 US dollar.

6. Vaksin Sinovac Biotech Ltd

Vaksin Sinovac dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac Biotech, yang khusus meneliti, mengembangkan dan memproduksi vaksin secara komersial. Vaksin Sinovac dibuat dari rekayasa genetik virus penyebab flu pada simpanse.

Efektivitas vaksin ini masih dalam tahap uji coba yang dilakukan bersama Butantan Institute dan Bio Farma Indonesia. Hanya sekitar 5% relawan uji coba saja yang saat ini melaporkan ketidaknyamanan setelah injeksi vaksin sinovac.

Untuk wilayah China, vaksin sinovac memiliki harga sekitar 29,75 US dollar, sedangkan untuk vaksin kerja sama dengan Bio Farma akan ditetapkan di harga sekitar Rp200.000,-.

Nampaknya, kita masih harus sabar menunggu proses vaksinasi corona di Indonesia. Demi keamanan, vaksin-vaksin di atas harus lulus uji coba dan uji klinis. Sementara itu, kita harus tetap memetahui protokol kesehatan. Sebisa mungkin untuk tetap berada di rumah.

Apabila sakit atau merasa ingin berkonsultasi pada dokter, saat ini kita sudah bisa berkonsultasi daring bersama dokter lewat aplikasi Halodoc. Aplikasi ini sangat user friendly. Mirip seperti chatting di aplikasi instant messenger, yang bisa mengirimkan foto juga. 

Selain fitur konsultasi, ada juga fitur pemesanan obat dengan pembayaran digital. Metode transaksi demikian adalah yang paling aman saat masa pandemik sekarang. Patuhi protokol kesehatan dan selalu jaga imunitasi tubuh ya, teman-teman.

Tidak ada komentar

Posting Komentar