Beauty Diary by Rahma

Panduan Memilih Baju Batik Wanita Bertubuh Gemuk

| on
Agustus 23, 2018
Baju batik wanita biasanya sering dipakai untuk kegiatan resmi. Semenjak adanya peringatan hari batik nasional, batik memang telah menjadi ciri khas warga masyarakat Indonesia yang sangat diminati untuk acara-acara resmi. Seiring dengan gencarnya promosi budaya nasional, kain batik pun mulai dibuat dalam berbagai model agar lebih mudah dipakai dalam kegiatan yang lebih kasual dan terlihat lebih modern.


Tidak melulu dalam bentuk kemeja yang kaku. Baju batik wanita tersedia dalam berbagai model pakaian. Hal ini sangat menguntungkan untuk mempercantik tampilan karena model pakaian mampu membuat suatu kesan terhadap penampilan kita. Salah satunya memberikan kesan ramping bagi mereka yang sebenarnya memiliki tubuh gemuk. Walaupun tidak benar-benar terlihat ramping, setidaknya dengan mengikut panduan berikut  baju batik wanita yang dikenakan tidak akan membuat tubuh terlihat lebih gemuk. 

1. Warna

Jika hendak menutupi tubuh gemuk, maka disarankan untuk memilih warna dasar gelap seperti hitam, coklat, biru dongker dll. Sejatinya, warna gelap tidak mudah memantulkan cahaya sehingga kesan gemuk tidak terpantulkan dengan jelas. Dengan kata lain, bagian tubuh tidak memberikan pesan untuk diperhatikan. Berbeda dengan warna terang yang umumnya menarik perhatian dimana orang-orang pasti tertuju pada badan dan otak secara tidak sadar menaruh perhatian secara detail. 

2. Motif batik

Di pasaran sudah tersedia bermacam-macam motif batik yang bebas untuk dipilih. Jika tubuh telah memiliki bentuk ekstra maka motif yang dipilih lebih baik memiliki motif bunga atau bentuk pola kecil untuk menyeimbangkan penampilan. Akan tetapi, jika tidak tersedia motif batik dengan detail kecil dan anda telah jatuh cinta dengan motif berdetail besar, usahakan motif memiliki bentuk vertikal yang telah dikenal mampu memberikan kesan ramping. Pun sebaliknya, motif horizontal memberikan kesan gemuk sehingga memperjelas tubuh gemuk yang telah dimiliki. 


Mungkin hal berikut tidak berhubungan langsung dengan pemilihan baju batik wanita untuk tubuh gemuk, tetapi bisa dijadikan informasi tambahan saja. Motif batik memiliki makna tersendiri. Nah, ada satu motif yang harus dihindari untuk acara-acara formal penuh kebahagian, yaitu motif slobok. Hal ini dikarenakan motif slobok yang memiliki warna dasar gelap dengan garis-garis tegas nan terang melambangkan suka cita, sehingga tidak cocok untuk dipakai ke kondangan. 

3. Memiliki batas antar bagian atas dan bagian bawah tubuh

Seperti yang telah disebutkan di awal, baju batik saat ini telah tersedia dalam berbagai macam model. Nah, untuk menampilkan kesan ramping, pilihlah baju batik yang memiliki batas antara tubuh bagian bawah dan atas. Contohnya, baju batik berikat pinggang memberikan batas yang jelas untuk atasan dan bawahan. Model seperti ini akan membuat bagian tubuh terlihat panjang. Sepertinya, model ini juga sangat baik bagi mereka yang bertubuh pendek. 


Apabila aksesoris ikat pinggang terlalu mengganggu, bisa memilih model peplum. Walaupun tidak disediakan ikat pinggang, model peplum memiliki model yang memisahkan atasan dan bawahan dengan jelas. 

4. Kerah sabrina atau V


Pemilihan kerah juga sangat penting. Pada umumnya tubuh gemuk memiliki bagian leher yang terlihat pendek sehingga wajib menghindari jenis kerah yang ketat dan ‘mencekik’ leher. Pilihlah jenis kerah yang longgar seperti kerah sabrina dan kerah berbentuk V. Dengan demikian, leher akan terlihat lebih panjang. 

5. Rok pensil


Model rok pensil akan membentuk bagian tubuh dan membuat pinggul terlihat lebih kecil. Dengan ujungnya yang sedikit mengerucut, model pensil memberikan kesan bertubuh ramping. Model ketat seperti ini memang akan memberikan gambaran ‘pas’. Berbeda dengan pakaian serba longgar yang malah menambah ‘tumpukan’. 

Semoga dengan panduan memilih baju batik wanita untuk bertubuh gemuk di atas, penampilan menjadi lebih menarik. Jangan salah pilih model batik ya.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Custom Post Signature