Pertimbangkan ini Sebelum Pakai Cream HN

Cream HN
sumber: foto dari website resmi Cream HN

Ini semua gara-gara channel dr. Richard Lee hahaha aku jadi tertarik untuk mencari informasi tentang skincare yang masih belum jelas seperti Cream HN. Brand ini masih enggak jelas kepemilikannya. Kalau Helwa kan ada ownernya yang langsung speak up pas dr. Lee viral. Kalau owner Cream HN kemana nih? Kok yang rame malah reseller sama konsumennya.

Aku cari tuh review Cream HN di blog. Biar hemat kuota cuy. Di YouTube yang ngereview Cream HN buanyaaak tapi ya gitu kuota dan sinyalku menjerit-jerit hiks hiks hiks. Nah, aku cuma dapat satu blog yang ngereview produk HN ini di page 1 Google.

Maaf ya aku malas lihat page 2, 3, 4 hahahah niat investigasi gak sih? 

Ada blogger dari DiaryMuslimah yang pernah pakai produk Cream HN. Dari foto produk yang dia tunjukan, kemasan produknya polosan gitu. Bener-bener produk misterius. Asli dan palsunya susah dibedain dari luar. 

Menurut pengalaman mbak blogger itu, produk HN enggak cocok di kulitnya. Tekstur krim HN sangat lengket dan berbau tajam. Setelah pemakaian, rasanya kulit jadi gak karuan. Gatel-gatel dan perih. Beberapa minggu kemudian kulitnya mulai cerah tapi dia berhenti pakai karena gak tahan sama gatel dan perihnya.

Kolom komentarnya pun penuh oleh para pemakai Cream HN dengan pengalaman yang mirip dengan dia :( 

Gak enak rasa sama produk ini. Utamanya adalah merknya. HN itu ternyata singkatan dari Hetty Nugrahati. Aku kira itu nama dokter yang meracik krim ini. Ternyata bukan. Enggak jelas siapa.

Ada sebuah blog EstateBeauty yang menginvestigasi Cream HN di tahun 2019. Di sana dikupas mulai dari asal-usul dan klaim hasil uji lab yang terpatahkan. Aku kasih kisi-kisi dari tulisan blog itu ya.

  1. Hetty Nugrahati (HN) adalah seorang ibu yang mendapatkan resep dari dr. Ananta untuk mengatasi masalah kulit anaknya. Kemudian dia memperbanyak krim dengan resep itu dan menjualnya secara bebas.
  2. Pada tahun 2019 saat tulisan dipublish, Cream HN belum lulus uji BPOM karena terindikasi merkuri dalam dosis rendah di produknya.
  3. Hasil lab yang ditunjukan oleh para reseller pada saat itu adalah foto kopi sertifikat uji lab BBKK (Balai Besar Kimia dan Kemasan) yang palsu. BBKK tidak pernah menguji Cream HN.
Untuk menambah informasi, aku juga cari-cari berita tentang Cream HN. Pada tahun 2017, Cream HN pernah disita BPOM karena tidak memiliki izin edar dan mengandung bahan berbahaya. Dituliskan oleh Tribun di paragraf dua terakhir.

Informasi itu dilanjutkan dengan investigasi oleh Stylo.id pada tahun 2019. Mereka menguji produk HN di sebuah labkesda. Hasilnya menunjukan tidak ada merkuri atau hidrokinon. Akan tetapi, ditemukan methanol di luar batas aman pemakaian. Methanol termasuk zat berbahaya dan tidak diijinkan untuk digunakan dalam kosmetik.

Untuk membuat isu itu jelas, perlu tau dong klaim-klaim dari pihak Cream HN yang resmi. Kemudian aku menemukan WEBSITE RESMI CREAM HN. Langsung aja ya, aku tuliskan beberapa poin menarik di sana:

Cream HN sudah terdaftar di BPOM?

Aku sudah cek di website BPOM dan benar Cream HN sudah terdaftar dengan dua merk. Pertama, merk "HN Platinum" didaftarkan oleh Cipta Sarana Kenayu Lestari. Kedua merk "HN" didaftarkan oleh ADEV Natural Indonesia. Ini enggak tahu merknya di bawah naungan yang sama atau enggak.

Produk yang didaftarkan dengan merk HN Platinum dan HN berupa night cream, day cream, toner, facial wash, lotion, dan sabun-sabunan. Totalnya sekitar 15 produk.

Mulai terdaftarnya kayaknya masih baru. 2017 aja masih kena razia. Trus di tahun 2019 masih diberitakan tidak berizin BPOM. So, mungkin sekitar 2020an baru terdaftar di BPOM-nya.

Cream HN terbebas dari bahan berbahaya?

Aku ragu untuk klaim ini karena mereka tidak menunjukan bukti hasil lab. Sedangkan yang menguji produk mereka juga hasilnya bervariasi. Ada yang menunjukan positif merkuri atau hidrokinon. Ada juga yang menunjukan methanol.

Informasi deskripsi kandungan tidak tepat

Di Home Page website Cream HN itu di bagian agak akhirnya, mereka menuliskan bahan yang terkandung di produk mereka. Aku cek satu-satu ternyata ada deskripsi yang tidak tepat. Contohnya, lenolin mereka tulis....
Lenolin - Bahan ini memiliki fungsi melindungi kulit wajah dari paparan sinar UVA dan juga UVB. Selain itu, bahan ini juga mampu melindungi efek samping polusi udara dan kulit kusam
Aku cari lenolin itu apa dan enggak nemu di Google. Hanya zat LANOLIN yang muncul di mesin pencarian, yaitu zat berminyak dari bulu domba yang berfungsi sebagai pelembab.

Ada juga Aqua yang mereka tulis...
Aqua - Merupakan bahan alami yang nantinya akan membantu proses regenerasi sel kulit mati sehingga akan memberikan sensasi segar keesokan harinya
Tolong! aku bukan ahli kimia. Mohon koreksi kalau salah. Bukannya "aqua" itu air? 😭 Diganti dengan bahasa per-kimia-an yang keren, deskripsinya pun dibikin keren juga.

Terakhir ada titanium oksida...
Titanium oksida - Adanya kandungan titanium oksida ini juga akan membuat kulit terasa terhidrasi sehingga akan menghambat permasalahan kulit kering sekaligus juga menghilangkan kulit mati sehingga kulit akan menjadi lebih segar.

Silahkan googling atau mungkin yang suka pakai sunblock pasti agak familiar sama nama zat ini karena fungsinya memang untuk menghalangi sinar UV masuk ke dalam kulit. Jadi, deskripsi di atas kurang tepat deh. 

Testimoni absurd

Ada artikel di alamat https://hettynugrahati.com/awal-pemakaian-cream-hn yang dibuat seperti testimoni. Sayangnya, mereka tidak menunjukan gambar pemakaian atau before-afternya. Cara mendeskripsikan "perasaan" atau pengalaman pun sangat kaku. Hanya menitikberatkan pada pernyataan "kulit glowing setelah pakai Cream HN".

dr. Hetty Nugrahati meracik Cream HN

baca ini deh https://hettynugrahati.com/cream-hn-racikan-dokter,  😭 absurd. Gini deh kalau nulis nama dr. bla bla bla di Google biasanya terbuka profile atau nama tempat dia bekerja. Nah, kalau ini beda lagi. Yang keluar malah shopee 😭

Trus ada kabar bu HN ini sudah meninggal dan diteruskan oleh anaknya bernama Anantalia Wahyu Handayan (mba ayu). Aku dapat info ini dari mana? dari shopee 😭 nih linknya shopee HN.

Kalau disinkronkan dengan cerita investigasi dari Blog EstateBeauty tadi, sungguh cerita yang berkebalikan. Di cerita tadi dokternya itu dr. Ananta ehhhh sekarang malah ibunya yang dokter atau ini ibu sama anak dua-duanya dokter? Kenapa produk dan websitenya bisa absurd sih? 😭

Aku ingin tahu sebenarnya kalian itu siapa? Cream HN itu dibikin dari apa? Walaupun aku enggak akan beli dan enggak akan pakai, aku kepo berat.

Dah dulu ya ngomongin Cream HN-nya. Kalau ada informasi terbaru aku update lagi. Semoga owner Cream HN bisa memberikan petunjuk tentang kejelasan produk mereka πŸ™

Baca juga artikel tentang Cream Helwa ini ya. 

2 komentar

  1. sejak awal krim-krim ini muncul, aku selalu penasaran apa yang bikin orang milih krim begini dan bukannya krim yang diproduksi oleh perusahaan yang jelas. Bukankah kredibilitas perusahaan besar lebih terpercaya dibandingkan krim yang "katanya-katanya" :( malah harganya bisa sampai nyaingin produk kecantikan merek terkenal yang kualitasnya tergolong bagus.

    Semua gara-gara label "krim dokter" kayaknya ya. Kesannya kalau pakai krim dokter akan cepat glowing, cepat bagus, padahal ya belum tentu. Malah bahaya.

    Dan sepertinya krim-krim ini memang sengaja menyasar pasar ibu-ibu/perempuan yang lebih suka memakai produk berdasarkan rekomendasi dan bukannya edukasi. Jadi sistem "kata si A bagus" lebih ampuh untuk membuat mereka membeli.

    Harapanku sih semoga krim begini lenyap. Apalagi sekarang kemasannya makin bagus dan selebgram juga ada ajaaa yang ngiklanin. Efek jangka panjangnya bahaya banget kan ya :(

    BalasHapus
  2. emg hrs dimusnahkan nih krim abal2 bgini! wkwk
    pengen tau dah,, itu si HN sm Ananta beneran pake ini?!
    bikin orang lain rusak kulitnya aja demi keuntungan pribadi

    BalasHapus