Beauty Diary by Rahma

Skandal SPF Produk Sunscreen Korea

Teman-teman mungkin pernah mendengar skandal sunscreen dari brand Korea, yaitu Purito, yang kandungan SPF produknya tidak sesuai dengan angka yang tercantum di kemasan.

Kasus ini bermula dari pengujian produk sunscreen Purito oleh INCIdecoder pada akhir tahun 2020. Mereka ini akun yang sering mendeskripsikan kandungan bahan-bahan suatu produk kecantikan gitu.  

Hasil lab menyatakan bahwa angka SPF produk Purito jauh lebih kecil dibandingkan angka yang tertera pada kemasan. Purito Centella Green Level Unscented Sun diklaim memiliki SPF50, tapi hasil lab menunjukan angka SPF19 saja. 

Hasil tersebut sangat meyakinkan konsumen sehingga Purito dengan cepat melakukan investigasi.

FYI, Purito bekerja sama dengan sebuah pabrik dalam memproduksi produknya. Setelah isu ini muncul, mereka langsung menghubungi pihak pabrik tersebut dan menghentikan kegiatan produksi serta penjualan produk sunscreennya.

Berimbas pada brand kecantikan Korea lainnya

Nah, pabrik tempat sunscreen Purito dibuat ternyata bekerja sama juga dengan brand kecantikan Korea terkenal lainnya seperti Some By Mi, Dr. Ceuracle, Dear Klairs, Dr. Althea, DR.JART+, dan Banobagi. Orang-orang ramai menaruh keraguan pada produk sunscreen Korea.

Hari ini, 17 Mei 2021, instagram Dear Klairs yang aku ikuti mengeluarkan sebuah pernyataan resmi terkait angka SPF pada produk Dear Klairs Soft Airy UV Essence, Mid Day Blue UV Shield, dan Illuminating Supple Blemish Cream.

Setelah pengujian klinis di empat institusi dalam dan luar negeri hasilnya menunjukan bahwa angka SPF untuk UV Essence dan UV Shield tidak sesuai dengan angka yang tertera pada kemasan. Mereka memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan produk-produk tersebut.

Skandal SPF produk sunscreen korea

Pernyataan ini membuat konsumen sedih karena banyak yang memfavoritkan produk suncreen dari Klairs. Namun, langkah Klairs sudah tepat dan jujur. Aku salut. 

Untuk brand lainnya aku belum sempat research nih. Belum dapat kabar. Mudah-mudahan aman-aman aja, ya. 

Gak aku pungkiri, kebanyak produk kecantikan Korea memiliki tekstur yang ringan dan nyaman di kulit. Dengan skandal ini, aku menjadi ragu untuk mempercayai klaim-klaim luar biasa dari sebuah produk.

"hmmm, jadi angka-angka yang besar itu hanya sebagai daya tarik aja?" nah, kira-kira itu pikiranku sekarang. Soalnya, semakin tinggi angka, produknya juga semakin mahal. Itu juga berlaku untuk produk lokal.

Gak apa-apa lah pakai produk murah dengan SPF kecil, yang penting nyaman dan aman.

Berapa angka SPF untuk daerah tropis?

Umumnya, tabir surya pada brand Indonesia memiliki angka 15 dan 30. Produk berSPF 50 sendiri masih sedikit. Ada nih sunscreen berSPF 50 dari Avoskin. Belum ada skandal apapun hehehe.

Semakin angka, semakin lama dia bisa melindungi kulit dari sinar matahari. Akan tetapi, enggak harus selalu pakai yang angkanya besar.

Untuk daerah tropis biasa, angka 30 masih termasuk standard. Lebih dari itu biasanya dipakai untuk daerah yang amat terik seperti daerah pantai atau gurun. Tergantung kebutuhan.

Jangan lupa juga. Biar efektif melindungi kulit, gunakan sunscreen 10-15 menit sebelum keluar rumah dan re-apply atau gunakan kembali ketika produk luntur oleh keringat atau air.

Tidak ada komentar