Asus A405U Review setelah 4 Bulan Pemakaian

review asus a405u

Setelah empat bulan memakai Asus A405U, aku sedikit menyesal beli laptop ini. Bukan penyesalan yang dalam sih, tapi gimana ya. Laptop ini bikin deg-degan. Mungkin, sudah takdir harus merasakan harap-harap cemas. Kita bahas dari awal pembelian yuk...

Mengapa tertarik dengan Asus A405U?

Pertama, aku suka banget sama desainnya yang tipis dan ringan. Memiliki ketebalan sekitar 18,8mm  dan bobot sekitar 1,45kg, di bawah 2kg pokoknya. Walaupun Asus A405U berlaya 14 inch, ukurannya lebih mirip laptop 13 inch karena frame monitornya dibuat lebih ramping dari laptop 14 inch pada umumnya. 

Kedua, aku butuh laptop yang cepat saat me-load aplikasi, tapi juga murah. Nah, katanya sih jika ingin laptop yang cepat saat membuka aplikasi maka cari laptop yang memakai SSD (solid state drive). 

Setelah aku cari, rata-rata laptop dengan SSD itu di atas angka 10 juta. Sehingga, aku pikir harga dari Asus A405U yang memilik 128GB SSD dan 1TB HDD ini bisa dibilang terjangkau.

Ketiga, memiliki kemampuan yang lumayan. Asus A405U ditenagai dengan intel core i5-7200U, RAM 8GB dan Nvidia Geforce 940mx. Dibandingkan dengan notebook-ku sebelumnya, Asus X200CA dan E203NAH, tentu spesifikasi itu sudah jauh lebih baik ๐Ÿ˜… Bye-bye lemot. . .

Dimana belinya?

Aku beli laptop Asus A405U dari akun resmi ASUS di Shoppe seharga Rp9.599.000,- sekitar bulan Agustus 2018. Berarti sekarang sudah sekitar empat bulan aku pakai.

Kekurangan yang dirasakan

Pertama, tombol power menggantikan posisi tombol delete. Sebuah tren kekinian yang menyebalkan. Aku, dan banyak orang, sudah terbiasa dengan tombol delete di posisi pojok kanan atas keyboard yang sekarang digantikan dengan tombol power. Awal pakai, sering sekali aku menekan tombol power ketika sedang mengetik. 

Kedua, suara kurang kencang. Keluaran suaranya kurang wow, gak asik. Ntah karena pengaturannya yang belum aku benerin atau gimana. Aku merasa kecewa dengan keluaran suaranya untuk laptop seharga 9 jutaan. I mean it is a lot of money dan suaranya gak jauh beda sama notebook-ku yang 3 jutaan.

Ketiga, touchpad kurang responsif. Kadang seret untuk menggerakan pointer atau tiba-tiba aja gak bisa menggerakan pointer walaupun udah aku geser-geser di touchpadnya. Pastinya, gak enak untuk mengedit dokumen.

Masalah terberat yang dihadapi

Minggu kemarin laptopku ini mati total di saat deadline tugas menyerang. Menyeramkan! Penyebab utamanya aku gak tahu. Waktu itu lagi nonton film di kosan temen, sambil dicharge. Beberapa saat kemudian laptop ku mati. Kami kira karena masuk mode sleep, ternyata memang benar-benar mati. Semua lampu indikator mati meskipun laptop sedang dicharge

Aku bawa ke Datascrip Service Center, tempat service resmi ASUS, yang letaknya di ruko Hyper Mall 23 Paskal, Bandung. Seminggu kemudian, laptopnya selesai diperbaiki. 

Mereka bilang ada penggantian mesin.... apa ya? mainboard? well i don't know. Pokoknya aku udah bahagia ketika laptopnya bisa menyala kembali atas perbaikan gratis (masih garansi dong) dan semua data masih ada.

Masalahnya, sekarang pengisian baterai stuck di 80%, gak 100%. Ketika sudah mencapai 80% muncul tulisan "... not charging". Beberapa teman menyarankan untuk melepas baterainya dulu, baru kemudian dicharge. Sayangnya, baterainya kan integrated gitu loh, susah dicabut ๐Ÿ˜”

Untuk saat ini aku belum mau memperbaiki baterainya. Gak terlalu mengganggu juga sih. Walaupun cuma 80%, baterainya masih bisa bertahan lama, lebih dari 4 jam. Diklaim bisa bertahan sampai 8 jam ketika baterai 100%. Yang aku rasakan dulu saat masih normal, gak sampai 8 jam kok. Tergantung pemakaian aja sih.

[update 1] ternyata masalah baterai laptop yang cuma bisa dicharge sampai 80% diakibatkan oleh pengaturan balanced mode battery. Jadi di ASUS A405 ada pengaturan battery health charging agar umur baterai lebih panjang.

Ada tiga mode di sana:(1) Full capacity mode, (2) balance mode, dan (3) maximum lifespan mode. Pengaturan (1) adalah mode normal untuk mengisi baterai hingga 100%, dengan konsekuensi umur  baterai (lifespan) akan lebih pendek. Nomor (2) hanya sampai 80% dan nomor (3) sampai 60% dimana kedua mode ini mampu membuat umur baterai lebih panjang. [update 1 end].

Kesimpulan

Asus A405U secara umum telah memenuhi kebutuhanku yang gak suka lemot. Hanya saja pengalaman mati total itu yang membuat agak ilfeel sama laptop ini. 

Terlepas dari kerusakan tadi, performanya sejauh ini masih memuaskan. Enak dipakai ngetik, browsing, edit foto dan video, dan gak terlalu berat kalau dibawa jalan. 

Hmmm game? Aku gak ngegame di laptop and this is not a gaming laptop.

Alur Pembuatan KTM (UPI) yang Hilang

Membuat KTM UPI

Bingung banget gak sih ketika KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) hilang? Bangets! Itu yang aku rasakan beberapa waktu kemarin. Tanggal 13 Desember, aku kehilangan KTM yang merangkap menjadi ATM di BEC Bandung. Kayaknya sih, selesai mengambil uang aku lupa mengambil kartu dari mesin ATM-nya. Bisa jadi kartunya tertelan mesin. Well, I don’t know exactly. 

Maybelline Super BB Cream Super Cover Review

Maybelline Super BB Cream Super Cover

Maybelline Super BB Cream tidak sengaja aku beli ketika sedang berbelanja maskara. Begitulah perempuan. Niat beli satu, pulang bawa banyak. Ditambah lagi aku juga sangat penasaran dengan produk-produk Maybelline. Brand ini kan sudah sangat terkenal di kalangan pencinta makeup Indonesia, tapi satu-satunya produk yang pernah aku coba hanya Maybelline BB Cushion saja.

Lulur dan Masker Sekar Sari Solo

Lulur dan Masker Sekar Sari

Produk lulur dan bedak dingin (masker) Sekar Sari adalah produk perawatan kulit tradisional dari Solo dengan sebagian besar bahan berasal dari bahan alami. Sejenis jamu-jamu begitu lah. Aku membeli ini dari salah satu temanku yang berasal dari Solo. Harganya murah meriah gak bikin kantong jebol ๐Ÿ˜Š Hanya Rp5000,- saja per item.