Beauty Diary by Rahma

Boleh Basa Basi, tapi...

Basa basi adalah sebuah pembuka percakapan untuk mencairkan suasana sebelum masuk ke urusan inti. Semacam pemanasan dalam berolahraga. Namun, sangat penting untuk mengingat batasan topik yang dijadikan basa-basi. 

Topik umum bisa berupa bertanya kabar dan kesibukan. Itu udah standard banget. Jangan mendiskusikan hal yang terlalu pribadi apalagi menyinggung hal yang mungkin menimbulkan perasaan negatif bagi lawan bicara. 

Kalian tau tadi maghrib aku dapat basa basi apa dari seorang teman lama?

Salam. Tanya kabar dan kesibukan. 

Masih aman. 

Kemudian dia tanya, "kapan nikah? 🤭🤭" 

He must have known the answer, but still asking. What's the point? 

Ada urusan apa gerangan nanyain kapan aku nikah 🤔

Kenapa pertanyaan kapan menikah menjadi kurang baik sebagai topik basa-basi yang mana kita sudah tahu lawan bicara kita tuh single? 

Kalau kita tahu temen kita udah nikah atau udah mau nikah, pertanyaan itu tidak mengganggu atau pun kelewatan. Namun, sebaliknya. Hal itu menjadi sensitif di kala dijadikan basa-basi atau guyon terhadap orang yang single. 

Jangankan aku, malaikat pun tidak akan pernah tahu jawaban dari pertanyaan tadi. Oleh karena itu saudara-saudara sekalian, "kapan menikah?" adalah pertanyaan yang sia-sia. 

Kalau misalnya, ada alasan "tapi kan siapa tahu orang itu akan segera menikah, jadi gak salah dong tanya2." 

"tapi kan siapa tahu" adalah ungkapan kemungkinan. Keragu-raguan. Maka, hindari keraguan. Hindari topik itu. 

Jangan menjadi orang yang sok tahu dalam kehidupan orang lain. 

Ya udah ya. Pokoknya kasih pertanyaan yang mudah dan santai aja untuk dijawab.

Openingnya aja bikin panas, mana mau aku lanjut ngobrol. 

"tapi Ma, aku cuma mau bantu kamu aja siapa tau bisa mempertemukan jodoh."

Mangga, silahkan. Jika memang ada niat baik maka perlu dilakukan dengan cara dan ucapan yang baik pula supaya tidak salah mengartikan pesan dan maksud. 

Terima kasih, 
Rahma


Tidak ada komentar